Indahnya suasana Islami dikapung melayu

Aku baru menyadari bahwa Indonesia adalah negara kepulauan selama aku berada di prop. Kepulauan Riau karena transportasi yang umum digunakan disini adalah kapal mulai dari yang kecil sampai yang sangat besar, dan akupun tak akan sampai disini jika istriku tidak bekerja/dinas disini tepatnya kecamatan Durai Prop. Kepulauan Riau, baru kali ini juga aku melihat suasana yang sangat kekelurgaan yang ditunjukkan oleh communitas warga melayu yang bermukim disini, warganya yang sederhana dengan suasana islami dan melayu yang sangat kental. Terlihat pada acara pembukaan STQ tingkat Kecamatan Durai Kepri, semua warga dari beberapa desa berkumpul menjadi satu untuk menyemarakan acara pembukaan STQ tersebut. Akupun bersama sang istri ( Ana Fatrianingsih ) ikut berkumpul menyaksikan acara yang dibuka oleh Bpk Wakil Bupati Karimun Kepri. Diawali dengan Tari PERSEMBAHAN yang ditarikan oleh anak2 sekolah diteruskan dengan penampilan tarian dan nyanyian yang bernuansa melayu yang dipersembahkan oleh anak2 SD Desa Sanglar, dan tak lupa pantun selalu dikumandangkan oleh setiap orang yang memberikan kata sambutan yang menurutku sangat indah. Banyak pengalamana yang aku dapat selama 4 hari disini di Kecamatan Durai prop. Kepri, suasana ini takan ku dapat lagi ditempat lain kecuali didaerah melau ini. Dan akupun harus rela meninggalkan istriku dan janin kami yang baru beberapa minggu tersebut untuk bekerja/dinas di kec. Durai karena aku harus pulang ke OKUT Sumsel untuk kembali beraktifitas, berat rasanya tapi itulah harus aku lakukan tapi aku yakin ini tak akan selamanya karena aku akan bekerja keras untuk dapat memindahkan istriku yang bekerja disani untuk dapat bersatu dan bekumpul dengan ku selamaya. Semoga Allah selalu melindungi istriku dan janin kami, karena aku yakin Allah ada rencana yang indah dibalik itu. Amin....